Berita
23 Apr 2025
Penulis : Folber Siallagan
RI akan Kirim KRI Brawijaya-320 untuk Meriahkan Parade AL Rusia 2025
TNI Angkatan Laut (AL) bersiap mengirim salah satu kapal perangnya, KRI Brawijaya-320, untuk berpartisipasi dalam acara Parade Utama Angkatan Laut Rusia, pada Juli 2025 mendatang.
Pengiriman kontingen kapal perang tersebut dianggap penting sebagai wujud kehadiran TNI AL dalam forum maritim internasional sebagai wujud diplomasi pertahanan dan eksistensi Indonesia sebagai negara maritim.
Menurut Kepala Satgas kontingen KRI Brawijaya 329, Kolonel Laut John David Nalasakti Sondakh, KRI Brawijaya-320 merupakan salah satu dari dua unit kapal patroli multiguna (PPA) produksi Italia yang akan memperkuat armada tempur TNI AL.
Adapun rencana Indonesia mengirimkan kapal perang untuk mengikuti parade utama Angkatan Laut Rusia 2025 di St. Petersburg pada Juli mendatang, juga diungkapkan oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov.
“Presiden Prabowo Subianto telah berjanji kepada Presiden Vladimir Putin untuk mengirim kapal perang Indonesia untuk berpartisipasi dalam parade kapal militer utama di St. Petersburg,” kata Tolchenov dalam keterangan tertulis kepada pers.
Rusia merayakan Hari Angkatan Laut pada hari Minggu terakhir bulan Juli setiap tahunnya, dan pada tahun ini bertepatan dengan 27 Juli 2025. Meski sudah dijanjikan Indonesia akan berpartisipasi dalam agenda tersebut, Tolchenov masih belum dapat memastikan apakah Indonesia akan mengirim satu atau beberapa armada kapal militernya.
“Kami akan sangat senang melihat kapal Indonesia berlayar di laut Rusia,” kata Tolchenov. (*)
Berita Lainnya
20 Mei 2026
Penulis : Folber Siallagan
'Sobat', Tradisi Unik Nelayan Derawan Memburu Tuna
Ada sebuah tradisi unik yang biasa dilakukan oleh para nelayan di kawasan Kepulauan Derawan, Kalimantan Utara. Sebuah tradisi yang biasa disebut 'Sobat'. Di mana, pada musim tertentu, para nelayan turun beramai-ramai membawa pukat tradisional untuk menangkap ikan tuna.
Aktivitas memukat ikan tersebut masih terus dipertahankan oleh kelompok nelayan pesisir hingga sekarang. Selain menjadi sumber penghasilan warga, tradisi itu perlahan berkembang menjadi tontonan yang menarik bagi wisatawan.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan tradisi “sobat” memiliki nilai lebih dari sekadar aktivitas menangkap ikan.
“Tradisi ini kini menjadi destinasi wisata budaya dan wisata bahari di Berau,” katanya, Rabu (20/5).
Tradisi ini biasanya berlangsung mulai Maret hingga Oktober, menyesuaikan musim saat ikan tuna banyak mendekat ke kawasan Pulau Derawan. Di momen tersebut, nelayan akan turun ke laut menggunakan pukat sederhana secara berkelompok. Gerakan menarik jaring bersama-sama di tengah laut dangkal dengan latar pasir putih dan air jernih menjadi pemandangan khas yang sulit ditemukan di daerah lain.
Menurut Gamalis, tradisi seperti ini penting dijaga karena menjadi bagian dari identitas masyarakat pesisir Derawan, termasuk budaya melaut warga Suku Bajau yang selama ini hidup berdampingan dengan laut.
Ia menilai sektor perikanan dan pariwisata di Berau sebenarnya dapat tumbuh beriringan tanpa harus saling menggeser.
“Tradisi masyarakat pesisir seperti ini memperlihatkan kehidupan asli warga Derawan dan justru bisa memperkuat citra wisata daerah,” katanya.
Potensi itu terlihat dari terus meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Derawan. Sepanjang 2025, jumlah wisatawan tercatat mencapai 45.274 orang atau naik sekitar 32,5 persen dibanding tahun sebelumnya.
Mayoritas berasal dari wisatawan nusantara, sementara ribuan lainnya datang dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura, hingga sejumlah negara Eropa. (*)