Berita
21 Mei 2026
Penulis : Folber Siallagan
Harga Meroket di Pasaran, Kuda Laut Terancam Punah
Perburuan kuda laut semakin meningkat. Ini setelah kebutuhan kuda laut kering sebagai bahan baku obat tradisional semakin tinggi. Akibatnya harga melambung tinggi. Jika tidak dikelola dan diatur sejak dini, bisa jadi kuda laut akan punah diburu manusia.
Menurut Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Sistem Biota Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Masayu Rahmia Anwar Putri, tingginya nilai ekonomi membuat pemanfaatan kuda laut terus terjadi, dengan harga bisaenembus angka Rp 8 juta per kilogram.
“Bayangkan kalau satu kampung mengambil kuda laut semua, kita tidak akan menemukannya lagi di daerah tersebut dan bisa punah,” katanya.
BRIN bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan rekomendasi kuota pemanfaatan kuda laut untuk kebutuhan perdagangan, penelitian, maupun indukan budi daya.
Masayu menekankan, pengelolaan kuda laut tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah karena luasnya wilayah perairan Indonesia dan keterbatasan jumlah personel.
Karena itu, Masayu mendorong masyarakat pesisir turut aktif melaporkan tangkapan, menjaga habitat, serta menyebarkan pengetahuan mengenai pentingnya konservasi kuda laut.
Kalau masyarakat pesisir tidak mau berkontribusi, kita tidak bisa mendapatkan data yang sebenarnya,” kata Masayu.
Pemahaman masyarakat terhadap keunikan dan ekologi kuda laut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran untuk menjaga keberlanjutan spesies tersebut di alam.
Hingga saat ini tercatat 13 spesies kuda laut tersebar di berbagai wilayah perairan Indonesia. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring perkembangan riset dan penemuan spesies baru. (*)
Berita Lainnya