Berita
14 Apr 2023
Penulis : Folber Siallagan
Jukung Kalimantan, Perahu Tradisional yang Mulai Dilupakan
Perahu jukung merupakan kapal tradisional khas Kalimantan yang keberadaannya terancam punah. Untuk mengenalkan kembali kepada dunia, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengenalkan perahu tradisional tersebut pada pagelaran Pameran Temporer I yang diselenggarakan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Lambung Mangkurat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Perahu jukung adalah perahu tradisional yang berasal dari Kalimantan dengan memiliki ciri khas yang terletak pada proses pembuatannya yang menggunakan sistem pembakaran pada rongga batang kayu.
Jukung yang terbuat dari dari sebuah batang pohon ini melalui proses dimekarkan dan dipanaskan dengan asap selama tujuh hari tujuh malam.
Asal mula adanya kapal jukung ialah bermula pada saat penjuru Kalimantan masih dikelilingi dengan hutan lebat, orang Dayak, dan orang Melayu-Banjar dengan memanfaatkan kayu di hutan untuk membuat jukung.
Menurut Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan Raudati Hildayati, pameran perahu tradisional Kalimantan ini merupakan ruang literasi pendidikan, sejarah, perjuangan dan seni budaya.
“Ini menjadikan inspirasi untuk masyarakat dalam melahirkan kreativitas dan usaha kreatif khusus nya di bidang budaya,” ucap Raudati di Banjarbaru, Kamis.
Raudati menuturkan tujuan diadakan pameran ini untuk menyampaikan informasi terkait bagaimana kebudayaan laut dan sungai berkembang dapat mewarnai kehidupan bermasyarakat hingga saat ini.
“Semoga kegiatan ini berdampak positif terhadap kemajuan museum di Kalimantan Selatan dan menjadi momentum bersama untuk pembangunan khususnya kebudayaan,” katanya.
Menurut sejarahnya, bakal jukung dikerjakan lebih lanjut di Sungai Manusop dan Sungai Dusun yang letaknya ke arah hilir dari hutan tempat bakalan jukung dibuat.
Ada tiga jenis jukung yang dikenal di masyarakat, diantaranya jukung sudur, jukung patai, dan jukung batambit.
Kini, keberadaan jukung yang dikenal sebagai alat transportasi masyarakat Kalimantan perlahan mulai hilang digerus oleh zaman. Padahal, jukung memiliki nilai budaya dan juga sejarah yang patut untuk dilestarikan. (*)
Berita Lainnya