Berita
22 Feb 2026
Penulis : Folber Siallagan
Rekor, Nelayan Gorontalo Tangkap Tuna Sirip Biru Seberat 238 Kg
Para nelayan dan penggemar mancing di Pelabuhan Perikanan Tenda, Kota Gorontalo, mendadak heboh. Ini karena untuk kali pertama, ikan tuna sirip biru (bluefin tuna)seberat 230 Kg berhasil ditangkap oleh nelayan setempat. Ini merupakan rekor penangkapan ikan yang terkenal sangat mahal itu.
Proses pemindahan tuna sirip biru dengan berat 230 kg itu dari kapal penangkap ikan ke tempat pendaratan di Pelabuhan Tenda menjadi tontonan banyak orang, pada Minggu (22/2) sore.
Saking besarnya ikan, butuh banyak orang untuk Mengangkatnya. Di atas kapal ikan saja terdapat tujuh nelayan yang memindahkan tuna sirip biru dari ruang pendingin atau palka kapal.
Tuna sirip biru itu hasil tangkapan nelayan di kapal ikan Cahaya Bilqis. Titik lokasi penangkapan ikan berada di Laut Maluku, dekat Teluk Tomini, atau di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 715.l
"Ketika Tuna Sirip Biru ini memakan umpan yang ada di pancing, ada dua nelayan yang mengangkat ikan ini selama satu jam lebih ke kapal,” kata Arifin (43 tahun) Kapten kapal ikan Cahaya Bilqis.
Menurut Arifin ikan tuna sirip biru ditangkap 100 mil tenggara Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara.
Berdasarkan komposisi kedalaman, sekitar lokasi penangkapan ikan pelagis besar di Laut Maluku berada 2000 – 4000 meter.
Kapal ikan Cahaya Bilqis melaut selama seminggu lebih di WPP 715, kemudian akan mendaratkan hasil tangkapannya di Pelabuhan Perikanan Tenda.
Jumlah nelayan yang ada di kapal ikan Cahaya Bilqis sebanyak delapan orang, termasuk kapten kapal.
Cahaya Bilqis adalah kapal ikan mandar dan semua nelayan berasal dari Sulawesi Barat.
Kapal ini berlayar dari Sulawesi Barat, ke Kendari Sulawesi Tenggara, Laut Banda, Laut Maluku dan Teluk Tomini, Gorontalo.
Nelayan yang tinggal di Kelurahan Pabean Kota Gorontalo, Ferianto Tuliabo (52 tahun) yang sudah lebih dari 30 tahun di Pelabuhan Tenda mengatakan baru kali ini tangkapan ikan tuna sirip biru dengan berat 200 kg lebih didaratkan di Pelabuhan Tenda.
Setelah dilakukan pembersihan isi perut, insang dan ekor ”beratnya sisa 196 kg,” kata Feri.
Sekadar informasi, seekor tuna sirip biru dengan berat 238 kilogram yang diturunkan di pelabuhan Oma di prefektur utara Aomori, Jepang, terjual dengan harga tertinggi 114,24 juta yen atau lebih dari 12 miliar rupiah.
Tuna sirip biru dengan harga Rp 12,2 miliar atau USD 790.000 tersebut, terjual saat pelelangan tuna pertama tahun 2024 yang diadakan di pasar ikan Toyosu Tokyo. (*)
Berita Lainnya