Berita
20 Jul 2023
Penulis : Folber Siallagan
Penemuan Harta Karun Bawah Laut yang Menghebohkan
Harta karun yang tenggelam di dasar laut sebenarnya cukup banyak. Mulai dari emas, perhiasan, mutiara hingga keramik. Umumnya harta karun tersebut barang bawaan kapal yang ikut tenggelam. Baik itu kapal dagang maupun kapal kerajaan. Namun, posisi dan kedalamannya membuat cukup sulit bagi pemburu harta karun mengambilnya. Ada beberapa penemuan harta karun bawah laut yang cukup menghebohkan publik tanah air maupun dunia.
Berikut di antara penemuan bersejarah tersebut.
- Hartu Karun Kapal China 830 M Harta karun ini ditemukan di dasar laut lepas Pantai Pulau Belitung. Kapal yang tenggelam adalah kapal layar dagang yang sedang dalam perjalanan dari Afrika ke China pada tahun 830 M. Di tengah perjalanan, kapal itu mengalami musibah dan tenggelam sekitar 1,6 kilometer (km) dari lepas pantai Pulau Belitung. Harta karun ini ditemukan seorang pemburu harta karun asal Jerman, Tilman Walterfang. Dia dan tim berhasil mengangkat sekitar 60.000 benda berharga berupa emas, piala perak dan keramik yang berusia 1.200 tahun.
- Harta Karun Nabi Harta karun ini berupa batu permata besar yang berasal dari Dinasti Fatimiyah. Permata ini tenggelam bersama kapal yang mengangkutnya di dasar laut yang berjarak 80 mil dari Pelabuhan Cirebon. Dinasti Fatimiyah mengklaim sebagai keturunan Nabi Muhammad. Selain batu permata besar juga turut ditemukan kristal, permata, porselen Tiongkok, keramik, emas dan mutiara. Harta karun kapal karam Cirebon ini diperkirakan sudah terbaring selama 1.000 tahun.
- Harta Karun Kapal Tek Sing Penemuan harta karun ini menyebabkan sengketa antara pemerintah Indonesia dengan pemburu harta karun Michael Hatcher pada tahun 2010. Harta dari kapal karam Tek Sing ini memiliki nilai triliunan rupiah yang kini bersemayam di Museum Nasional. Kapal Tek Sing yang berasal dari China, tenggelam di perairan Bangka Belitung pada 1822. Michael Hatcher yang mendengar kabar itu langsung melakukan pencarian dan menemukan berbagai barang berharga seperti barang-barang kuningan dan perunggu, jam saku, uang, keramik, dan lain sebagainya. Dia berencana melelang temuannya di Balai Lelang Nagel di Stuttgart, Jerman. Namun, pencurian harta karun itu didengar Pemerintah Indonesia dan menggagalkannya. Harta karun itu kini jadi koleksi museum nasional.
- Harta Karun Tsunami Penemuan harta karun ini bisa dikatakan kebetulan. Diduga harta karun yang berada dalam kotak besi terseret ke daratan dari dasar laut saat tsunami Aceh melanda. Adalah Fatimah, warga lokal, yang sedang menyisir rawa-rawa di pinggir laut untuk mencari tiram di Desa Gamping Pande, Aceh. Dia melihat kotak besi dan memukulnya. Kotak itu langsung terbuka dan sejumlah koin emas dan perhiasan bertaburan dari dalam kotak. Harta berharga itu diperkirakan berasal tahun 1200 hingga 1600 Masehi. (*)
Berita Lainnya