Berita
15 Feb 2026
Penulis : Folber Siallagan
Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut Perdana Dibangun di NTB-NTT
Pemerintah Indonesia akan memanfaatkan arus laut untuk menghasilkan listrik dengan cara membangun Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL). Lokasi pertama yang akan dijadikan titik pembangkit adalah perairan laut di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurut Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, Indonesia merupakan negara kepulauan yang cangkupan lautnya sangat besar. Oleh karena itu potensi yang ada harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.
Berdasarkan paparan sebelumnya, lokasi pengembangan gelombang arus laut rencananya berada di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Masing-masing akan memiliki pasokan yakni 20 MW."
Ada laut, kita juga punya. Nah ini target di RUPTL mulai muncul tahun ini. Jadi mulai muncul nih baru pembangkit listrik tenaga arus laut. Jadi menggunakan arus laut untuk men-generate energi jadi listrik nantinya," ujar Eniya, Minggu (15/2/2026).
Selain arus laut, Eniya juga menyebutkan potensi yang besar dari panas bumi. Kemudian, ada juga pembangkit listrik tenaga surya yang memiliki potensi mencapai 3.600 GW. Potensi tersebut, kata Eniya merupakan peluang besar yang akan dimanfaatkan secara optimal.
"Karena kalau misalnya Jerman, cuma mention tentang surya, angin, paling sedikit hidro. Kalau Belanda, hidrolah, angin juga banyak. Tapi mereka nggak mention geothermal. Indonesia ada," katanya.
Diketahui, potensi pembangkit listrik tenaga arus laut di Indonesia sangat besar. Indonesia memiliki sekitar 17.000 pulau, sehingga terdapat banyak selat sempit yang berpotensi menghasilkan arus laut. Beberapa lokasi yang memiliki potensi besar antara lain Selat Larantuka, Selat Alas, dan Selat Flores.
Kecepatan arus laut di Indonesia bervariasi, tetapi beberapa lokasi memiliki kecepatan yang cukup tinggi, seperti Selat antara Pulau Taliabu dan Pulau Mangole di Kepulauan Sula, Maluku Utara, dengan kecepatan 5,0 m/detik.
Potensi daya yang dapat dihasilkan dari arus laut Indonesia diperkirakan mencapai 280 triliun watt-jam. Jika dimanfaatkan dengan baik, energi arus laut dapat menjadi sumber energi terbarukan yang signifikan bagi Indonesia. (*)
Berita Lainnya