Berita
18 Apr 2026
Penulis : Folber Siallagan
Mengenal Laut Merah, Laut Indah di Tepian Jazirah Arab
Setelah Selat Hormuz, Laut Merah yang ada di jazirah Arab menjadi sorotan dunia. Konflik yang terjadi di selat paling penting di dunia ini berpotensi akan menjalar ke Laut Merah. Terlepas dari konflik itu, tahukah Anda kenapa disebut Laut Merah? Berikut ulasannya.
Laut Merah atau laut yang pernah dibelah oleh Nabi Musa, adalah perairan yang memisahkan Arab dengan Afrika. Laut Merah memiliki luas permukaan sekitar 438 ribu kilometer persegi, panjang sekitar 2.250 kilometer, dan kedalaman rata-rata 490 meter.
Ada banyak kita wisata dunia yang berada di tepi Laut Merah, seperti Sharm El Sheikh bagi mereka yang menyukai pantai dan menghabiskan waktu di bawah sinar matahari, Hurghada bagi mereka yang menyukai selancar angin, Marsa Alam bagi mereka yang ingin menjalani kehidupan istimewa dengan merasakan suhu yang tenang dan menemukan kehidupan suku Badui.
Jalur ke laut di selatan melewati Babul Mandib dan Teluk Aden, sedangkan di utara melewati Semenanjung Sinai dan Terusan Suez.
Menurut penelitian, di sana terdapat ledakan populasi alga Trichodesmium erythraeum, yang saat alga ini mati, mereka mengubah warna air yang biasanya biru kehijauan menjadi cokelat kemerahan.
Selain itu, Laut Merah letaknya berdekatan dengan pegunungan merah yang disebut pegunungan Adom yang memantulkan warna merah ke arah laut, terutama di Hurghada, Sharm El Sheikh, Marsa Alam, dan Dahab.
Di perairan ini juga terdapat berbagai jenis ikan langka yang tidak ditemukan di laut lain, serta keberadaan terumbu karang yang berwarna-warni.
Terumbu karang di sini telah ada sejak 7.000 tahun yang lalu. Banyak juga bangkai kapal perang yang karang di sini.
Sebagian area terumbu karang di Laut Merah masuk bagian Taman Nasional Ras Mohammed di Mesir. Perairannya menjadi habitat lebih dari 1.200 spesies ikan endemik, termasuk 44 spesies hiu. (*)
Berita Lainnya