Berita
3 Jun 2023
Penulis : Folber Siallagan
Kehebatan 'Monster Laut' Kapal Pemecah Es Bertenaga Nuklir
Sejak Rusia berhasil membangun kapal pemecah es bertenaga nuklir, kawasan kutub yang terisolir akhirnya bisa dijelajahi manusia. Bahkan, saat ini ada paket wisata naik kapal pemecah es ke kutub utara. Seperti apa kapal yang dijuluki 'monster laut' itu?
Satu-satunya negara di dunia yang membangun kapal pemecah es/icebreaker bertenaga nuklir adalah Rusia. Kapal ini dibangun dengan tujuan untuk digunakan di perairan yang tertutup es dengan ketebalan hingga 5 meter. Pada awal pembangunan, kapal ini digunakan untuk membantu pengiriman sepanjang Rute Laut Utara di perairan Arktik beku utara Siberia. Kapal pemecah es bertenaga nuklir jauh lebih kuat daripada kapal diesel.
Selama musim dingin, es sepanjang Northern Sea Route mrmiliki ketebalan bervariasi mulai 1,2 hingga 2,0 meter. Es di bagian tengah Samudra Arktik tebalnya adalah rata-rata 2,5 meter. Di rute inilah kapal tersebut digunakan meski kecepatan hanya di kisaran 10 knot (19 km/jam). Di perairan bebas es kecepatan maksimum kapal pemecah es bertenaga nuklir adalah 21 knot (39 km / jam).
Pada dasarnya, kapal pemecah es bertenaga nuklir adalah kapal uap. Di mana reaktor nuklir berfungsi memanaskan air, yang berubah menjadi uap. Tekanan dari uap lalu memutar turbin yang kemudian membangkitkan generator yang menghasilkan listrik, yang menuju ke motor listrik yang memutar 3 baling-baling.
Ketebalan lambung di tempat-tempat es pecah adalah 5 sentimeter, tetapi kekuatan lambung tidak ditentukan oleh ketebalan kulit, tetapi oleh jumlah dan lokasi bingkai. Kapal pemecah es memiliki double bottom, sehingga jika terjadi lubang, air tidak akan masuk ke kapal.
Pemecah es nuklir "50 Let Pobedy" memiliki dua reaktor nuklir dengan kapasitas masing-masing 170 megawatt. Kekuatan dua instalasi ini cukup untuk memasok listrik ke kota yang berpenduduk 2 juta orang itu.
Reaktor nuklir dilindungi secara andal dari kecelakaan dan guncangan eksternal. Pemecah es dapat menahan pukulan langsung di reaktor pesawat penumpang atau tabrakan dengan pemecah es yang sama dengan kecepatan hingga 10 km/jam.
Sejak tahun 1989, kapal pemecah es bertenaga nuklir telah difungsikan sebagai kapal wisata ke Kutub Utara. Setiap wisatawan dikenai biaya mulai USD 25.000 untuk perjalanan wisata selama tiga minggu. (*)
Berita Lainnya