Berita
19 Feb 2026
Penulis : Folber Siallagan
Kapal Induk Pertama RI segera Merapat ke Tanah Air
Untuk kali pertama, TNI Angkatan Laut akan segera memiliki kapal induk. Kapal tercanggih yang akan dimiliki Indonesia ini didapat dari hibah pemerintah Italia. Saat ini, kapal sedang dalam renovasi dan upgrading di Taranto, Italia, sebelum diserahkan ke pemerintah Indonesia.
Kapal induk bernama Giuseppe Garibaldi ini sedang dalam proses pemindahan kepemilikan kapal dari Angkatan Laut Italia ke Indonesia.
Menurut Karo Humas Infohan Sekretariat Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, proses administrasi dan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Italia masih berlangsung. Jika proses administrasi selesai, kapal secepatnya merapat ke Indonesia.
"Informasi yang dapat kami konfirmasi, kapal tersebut merupakan bagian dari skema hibah dari Pemerintah Italia," kata Rico saat dihubungi, Jumat (13/2).
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menyatakan negosiasi untuk mengakuisisi kapal induk Giuseppe Garibaldi, masih berlangsung.
"Jadi masih proses negosiasi lah antara TNI AL dengan Angkatan Laut Italia, dengan Fincantieri pabrikan, dan Kemenhan," ujarnya.
Spesifikasi Kapal
Kapal induk Giuseppe Garibaldi adalah sebuah kapal induk milik Italia. Kapal ini memiliki sejarah penting bagi negara tersebut.
Giuseppe Garibaldi menjadi kapal dek penerbangan pertama yang pernah dibangun untuk Angkatan Laut Italia. Kabarnya, kapal ini sedang melakukan upgrade besar di Taranto, Italia, sebelum diserahkan ke angkatan laut Indonesia.
Kapal ini dikabarkan akan tiba di Indonesia pada Oktober 2026 dan akan digunakan untuk memperkuat pertahanan militer atau TNI Angkatan Laut Tanah Air.
Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 meter dan mampu melaju hingga 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam berkat sistem mesin penggeraknya. Bobotnya diperkirakan sekitar 13,8 ribu ton.
Kapal ini diluncurkan pada 1983, dirancang dan dibekali dengan sistem persenjataan dan pertahanan yang canggih dan berlapis. Kapal ini dilengkapi dengan empat sistem peluru kendali Otomat Mk2 yang dipasang di buritan kapal dan dua peluncur torpedo tiga tabung ILAS.
Namun, pengamat militer Australia Dr. Tom Lewis menilai langkah ini akan menghadapi sejumlah kendala.
Menurutnya, kapal induk Garibaldi membutuhkan kru terampil sebanyak 830 personel (550 untuk kapal dan 280 untuk operasi udara), yang sulit dipenuhi oleh TNI AL.
Selain itu, biaya operasional kapal induk diperkirakan sangat besar. Sementara anggaran yang dimiliki TNI AL sangat terbatas. (*)
Berita Lainnya