Berita
3 Apr 2024
Penulis : Folber Siallagan
Ini Bukti Ilmiah Kisah Nabi Musa Membelah Laut
Kisah Nabi Musa mampu membelah Laut Merah untuk bisa melarikan diri dari kejaran pasukan Fir'aun dari Mesir coba dibuktikan secara ilmiah oleh peneliti dari National Center for Atmospheric Research (NCAR) dan University of Colorado di Boulder.
Dengan mempelajari kondisi alam sekitar, arah angin, laut dan dasar laut dilakukan permodelan lewat komputer.
Lewat pemodelan itu terlihat kombinasi angin timur yang kuat dan gelombang bisa menciptakan jembatan tanah kering.
Menurut peneliti, Carl Drews, simulasi komputer menunjukkan angin timur yang bertiup semalaman bisa mendorong air di pantai utara Mesir sehingga membuka daratan lumpur. Daratan yang muncul inilah yang dipakai Nabi Musa dan pengikutnya untuk berjalan melintasi lautan sebelum air menutup lagi.
Penelitian ini menggunakan data geografi kuno untuk merekonstruksi kemungkinan lokasi dan kedalaman saluran air delta Nil. Pemodelan itu juga menujukkan angin dengan kecepatan 101 km per jam bisa menciptakan jembatan darat yang tinggi dan kering dalam waktu empat jam.
"Laut yang membelah bisa dimengerti melalui pergerakan air yang dinamis. Kekuatan angin menggerakkan air sesuai dengan hukum fisika, menciptakan areal yang aman dilewati dengan air di kedua sisi. Kemudian air kembali lagi ke tempatnya semula," ujar Drews.
Penelitian lain juga menunjukkan kemungkinan tsunami bisa membuat Latu Merah mundur dan maju. Namun, hal ini tidak sesuai dengan deskripsi kitab suci yang menyebabkan laut terbelah secara bertahap dalam semalam.
Tim ini juga menyatakan hipotesis lokasi terjadinya mukjizat Nabi Musa yang membelah Laut Merah. Menurut periset, mukjizat Nabi Musa itu mungkin terjadi di wilayah Laut Merah di utara Mesir. Wilayaht tersebut saat ini dekat dengan Port Said, sebuah kota yang terletak di Mesir utara dan ujung dari Terusan Suez. (*)
Berita Lainnya