Berita
15 Mar 2026
Penulis : Folber Siallagan
Bahaya, Polusi Mikroplastik Sudah Masuk Laut Dalam Indonesia
Pencemaran oleh mikroplastik di laut Indonesia sudah sampai pada taraf mengkhawatirkan. Penelitian terbaru oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan bahwa polusi mikroplastik telah mencapai kedalaman laut hingga 2.450 meter di bawah laut. Ini sangat mengkhawatirkan karena berpotensi masuk ke rantai makanan yang akhirnya dikonsumsi manusia.
Hasil penelitian tersebut dipublikasikan di jurnal ilmiah internasional Marine Pollution Bulletin. Menurut Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Laut Dalam BRIN, Corry Yanti Manullang, penelitian dilakukan bersama tim peneliti dari Indonesia, Malaysia, Amerika Serikat, dan China.
Penelitian dilakukan di jalur Arus Lintas Indonesia (Indonesian Throughflow/ITF) atau Arlindo, sistem arus laut penting yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia melalui perairan Indonesia. Arus ini mengalir melewati sejumlah selat utama seperti Selat Makassar, Selat Alas, dan Selat Lombok.
"Selain membawa massa air, garam, dan nutrien, arus ini juga berpotensi membawa partikel kecil seperti mikroplastik," kata Corry, Minggu (15/3/2026).
Penelitian dilakukan melalui ekspedisi oseanografi pada Januari hingga April 2021 dalam program kolaborasi internasional TRIUMPH. Pengambilan sampel dilakukan di 11 titik pengamatan dari Selat Makassar hingga Selat Lombok.
Hasil analisis menunjukkan lebih dari 90% mikroplastik berbentuk serat (fiber) yang umumnya berasal dari bahan tekstil sintetis.
"Baju yang kita pakai juga bisa menghasilkan mikroplastik. Saat dicuci, serat-serat kecil dari kain sintetis dapat terlepas dan akhirnya masuk ke sistem perairan," jelas Corry.
Selain serat, peneliti juga mengidentifikasi beberapa jenis polimer plastik seperti polyester, polypropylene, dan polyurethane yang banyak digunakan dalam produk tekstil, kemasan, hingga bahan industri. Temuan ini menunjukkan laut dalam berpotensi menjadi tempat akumulasi mikroplastik karena arus laut dapat membawa partikel plastik ke berbagai lapisan air.
Dalam studi lain yang dipublikasikan di jurnal Sains Malaysiana, peneliti menemukan mikroplastik telah masuk ke tubuh organisme zooplankton kecil bernama kopepoda di jalur Arlindo. Kopepoda merupakan organisme yang sangat melimpah di laut dan menjadi sumber makanan penting bagi banyak jenis ikan. Dari sekitar 6.000 individu kopepoda yang dianalisis, peneliti menemukan 133 partikel mikroplastik di dalam tubuh organisme tersebut. Rata-rata tingkat konsumsi tercatat sekitar 0,022 partikel per individu, atau setara dengan satu partikel plastik pada setiap 45 kopepoda.
"Kopepoda tidak bisa membedakan mana makanan alami dan mana partikel plastik. Apa pun yang lewat di depannya akan ditangkap dan dimakan," ujar Corry.
Masuknya mikroplastik ke dalam tubuh kopepoda menjadi perhatian karena organisme ini merupakan makanan utama bagi ikan kecil. Ikan kecil kemudian dimakan ikan yang lebih besar hingga akhirnya dikonsumsi manusia.
"Artinya, mikroplastik berpotensi berpindah sepanjang rantai makanan hingga ke manusia," katanya. (*)
Berita Lainnya