Berita
11 Mar 2026
Penulis : Folber Siallagan
Mengenal Ranjau Laut, Jenis dan Cara Kerjanya
Nama ranjau laut makin sering terdengar di dunia maya sejak perang di Timur Tengah antara Iran melawan Israel-AS. Ranjau laut diisukan disebar di Selat Hormuz, selat paling sibuk dan paling viral di dunia energi. Seperti apakah ranjau laut itu? Bagaimana cara kerjanya? Simak ulasannya.
Ranjau laut adalah salah satu teknologi senjata yang sudah lama digunakan sebagai perangkat peledak mandiri yang ditempatkan di dalam air. Ranjau ini dimanfaatkan untuk menghancurkan kapal selam serta kapal permukaan.
Penggunaan ranjau laut berawal dari masa Revolusi Amerika ketika David Bushnell, mahasiswa Yale, menemukan bubuk mesiu dapat diledakkan di bawah air. Di era 1777, sebagian armada Inggris disiagakan di Sungai Delaware. Jenderal George Washington mengizinkan Bushnell mencoba menghancurkan beberapa dari kapal menggunakan ranjau laut yang ia ciptakan.
Ranjau terdiri dari muatan mesiu dalam sebuah tong, ditopang pelampung di permukaan air. Dalam tong dipasang pelatuk senapan sedemikian rupa, sehingga benturan ringan saja akan melepaskan palu pelatuk dan meledakkan mesiu. Meskipungagal merusak kapal Inggris mana pun, penemuan ini memicu antusiasme yang luar biasa di kalangan Amerika maupun pihak Inggris.
Selama Perang Saudara Amerika, pihak Konfederasi menggunakan ranjau laut yang menenggelamkan cukup banyak kapal. Perang Dunia I, ranjau laut membatasi gerak kapal selam Jerman agar tetap di Laut Utara. Perang Dunia II, ranjau laut melumpuhkan ekonomi Jepang. Pesawat AS menebar lebih dari 12.000 ranjau di rute pelayaran dan jalur masuk pelabuhan Jepang, menenggelamkan sekitar 650 kapal.
Terdapat tiga jenis ranjau laut. Ranjau hanyut ditempatkan di air dan bergerak mengikuti arus. Ranjau tambat bebas bergerak, tapi dibatasi dalam radius yang diizinkan oleh tali dan jangkar yang terpasang pada ranjau tersebut. Ranjau dasar dirancang agar tidak bergerak sama sekali.
Ranjau juga dibedakan berdasarkan cara penyebarannya. Pada masa awal, sebagian besar ranjau dilepaskan dari kapal permukaan. Mulai Perang Dunia I, kapal selam mulai menebarkan ranjau, dan Perang Dunia II, ganti pesawat terbang yang menebarkan dalam jumlah besar.
Ranjau laut berbeda dalam cara ledakannya. Ranjau kontak memerlukan sentuhan fisik dari kapal agar bisa meledak. Ranjau pengaruh diledakkan oleh kehadiran sebuah kapal, baik melalui pemicu magnetik, akustik, maupun tekanan. Ranjau kendali diledakkan dari stasiun di darat untuk ofensif maupun defensif. (*)
Berita Lainnya