Berita

16 Mar 2025

Penulis : Folber Siallagan

Waspada, Pemanasan Global Lebih Parah dari Prediksi

Ancaman pemanasan global makin mencemaskan. Sejak diukir tahun 1993 lalu, hingga akhir 2024 Rata-rata tinggi permukaan air laut naik 10 cm. Tentu ini ancaman serius bagi manusia dan lingkungan di masa mendatang jika tidak segera dicegah sejak dini.

Menurut studi yang dipimpin badan antariksa AS atau National Aeronautics and Space Administration (NASA), melalui satelit Sentinel-6 Michael Freilich, pada 2024 terjadi laju kenaikan permukaan laut sebesar 0,59 cm per tahun. Padahal menurut perhitungan para peneliti, seharusnya rata-rata kenaikan tinggi permukaan air laut hanya 0,43 cm per tahun.
Temuan tersebut membuktikan bahwa telah terjadi penambahan volume air laut yang beras dari mencairnya es di kutub sebagai akibat naiknya suhu bumi secara umum atau pemanasan global (global warming).
Itu sebabnya, sejumlah lembaga penelitian menetapkan tahun 2024 lalu sebagai tahun terpanas di permukaan bumi. Suhu rata-rata global naik 1,5 derajat celsius di atas tingkat pra-industri.

"Permukaan laut akan terus naik, dan laju kenaikannya semakin cepat," kata Josh Willis, peneliti permukaan laut NASA.
Vinogradova Shiffer, kepala program oseanografi fisik di Markas Besar NASA. PBB telah memperingatkan bahwa naiknya permukaan laut membahayakan penduduk yang tinggal di sepanjang garis pantai atau mereka yang tinggal di pulau-pulau kecil. (*)

Berita Lainnya

14 Feb 2026

Penulis : Folber Siallagan

Pemerintah Bangun Pusat Riset Rumput Laut di Lombok Timur

Indonesia membangun pusat riset rumput laut bertaraf dunia bernama International Tropical Seaweed Research Center (ITSRC) di kawasan Teluk Ekas, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Menggandeng dua kampus ternama dari AS dan China, pusat riset ini ditargetkan mampu meningkatkan ekonomi pesisir dengan komoditi utama rumput laut.

Menurut Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, pemerintah memandang penting memperkuat riset rumput laut Indonesia sebagai bagian dari strategi nasional dan transformasi ekonomi pesisir.

"Fokus besar kami beberapa bulan terakhir adalah menjadikan Indonesia pusat rumput laut dunia, dan itu harus dimulai sekarang. Karena itu, kita membangun pusat riset bertaraf internasional dengan standar dan jejaring yang memang global," kata

Wamendiktisaintek, Sabtu (14/02/2026).
Area Teluk Ekas dipilih sebagai lokasi riset karena telah lama menjadi ruang hidup masyarakat pesisir, baik sebagai kawasan budidaya maupun tangkap.Pusat riset ini diharapkan bisa meningkatkan hasil tangkapan dan kualitas budi daya dengan bibit rumput laut yang lebih unggul berbasis riset.

Sejumlah fasilitas dalam pusat riset tersebut akan dibangun, di antaranya gedung penelitian, asrama bagi peneliti internasional, apotek, serta sarana pendukung lainnya.

Stella menyoroti Indonesia saat ini adalah produsen rumput laut tropis terbesar di dunia, menguasai sekitar 75 persen pasar global.

"Nilai ekonomi rumput laut dunia mencapai 12 miliar Dolar Amerika Serikat (AS) per tahun, dan diperkirakan akan terus meningkat," ujarnya.

Walaupun demikian, Stella menekankan posisi Indonesia di pasar global dinilai belum sepenuhnya diimbangi dengan penguatan riset dan hilirisasi di dalam negeri.

Ia menggarisbawahi bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi produsen bahan mentah, melainkan menjadi pusat inovasi dan nilai tambah. Maka, ITSRC dirancang sebagai simpul kolaborasi nasional dan internasional.

"Kami bekerja sama dengan University of California, Berkeley, dan Beijing Genomics Institute dari China. Beijing Genomics Institute berkomitmen mendukung pendanaan Rp3 miliar untuk dua tahun pertama, termasuk peralatan dan peneliti. Kemdiktisaintek juga telah mengalokasikan Rp1,5 miliar untuk tahap awal," ucap Stella Christie.
L

Secara ekologis, Teluk Ekas memiliki sistem teluk tropis yang relatif terlindung, dengan arus dan sirkulasi air yang cukup baik. Kondisi ini menjadikannya ideal sebagai living laboratory untuk riset produktivitas, ketahanan iklim, dan pengembangan biomassa skala tropis.Tidak hanya rumput laut Kappaphycus sebagai bahan baku karagenan, kawasan ini juga potensial untuk pengembangan jenis rumput laut Caulerpa, Ulva, dan Halymenia. (*)

12 Feb 2026

Penulis : Folber Siallagan

Pemerintah Mulai Inspeksi Kelaiklautan Kapal Angkutan Lebaran

Pemerintah menegaskan komitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi aktivitas transportasi laut selama Angkutan Lebaran 2026, khususnya di pelabuhan penyeberangan yang diproyeksikan mengalami lonjakan penumpang. Komitmen itu diwujudkan dengan melakukan inspeksi dan pemeriksaan kelaiklautan kapal yang melayani angkutan Lebaran.

Yang pertama diperiksa kelaiklautan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) adalah kapal penumpang di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, pada 10–12 Februari 2026, yang sedang melakukan persiapan Angkutan Laut Lebaran.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Samsuddin mengatakan pemeriksaan kelaiklautan dilakukan sebagai langkah preventif. Hal itu untuk memastikan seluruh armada penumpang dalam kondisi laik laut sebelum periode angkutan Lebaran yang diperkirakan mengalami lonjakan penumpang.

“Pemeriksaan ini kami lakukan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi, mulai dari kelengkapan dokumen kapal dan awak kapal, alat keselamatan dan pemadam kebakaran, sistem manajemen kapal, alat navigasi, permesinan hingga aspek stabilitas kapal,” ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis.

Pemeriksaan dipimpin Kepala Subdirektorat Rancang Bangun, Stabilitas dan Garis Muat Kapal Ditkapel, Amir Makbul, didampingi tim Kantor KSOP Kelas III Tanjung Wangi serta Biro Klasifikasi Indonesia (BKI).

Tiga kapal penumpang yang melayani lintasan Jawa–Bali menjadi objek pemeriksaan, yakni KMP Portlink VII, KMP Mutiara Sentosa III, dan KMP Perkasa Prima 5.

Marine Inspector KSOP Tanjung Wangi sebelumnya telah melakukan pemeriksaan terhadap 47 dari total 55 kapal yang beroperasi di lintas penyeberangan Ketapang–Gilimanuk, sementara delapan kapal lainnya diperiksa oleh UPP Kelas II Gilimanuk.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Kemenhub melaporkan kondisi kapal penumpang di Pelabuhan Ketapang dan Tanjung Wangi secara umum dinyatakan baik dan laiklaut, meski ditemukan beberapa kekurangan minor yang harus segera dilengkapi.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memproyeksikan jumlah penumpang pada Angkutan Laut Lebaran 2026 mencapai 1,67 juta orang di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Angka ini meningkat sekitar 3 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai 1,62 juta penumpang. (*)
 

11 Feb 2026

Penulis : Folber Siallagan

Awas Gelombang Tinggi 11-14 Februari di Sejumlah Perairan Indonesia

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta nelayan, pelaut dan warga yang beraktivitas di laut pada 11-14 Februari 2026 untuk waspada. Sebab, pada tanggal tersebut cuaca dan gelombang laut tidak bersahabat dan gelombang laut cukup tinggi.

Menurut hasil prakiraan BMKG, gelombang laut setinggi 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Bengkulu, Aceh, Kepulauan Mentawai, Lampung, serta Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

Gelombang dengan ketinggian serupa juga berpotensi terjadi di Laut Natuna Utara, Laut Jawa bagian timur, Laut Bali, Laut Flores, Laut Seram, Laut Sumbawa, Laut Banda, Laut Maluku, Laut Arafuru bagian tengah, utara dan timur, Selat Karimata bagian utara, serta Selat Makassar bagian selatan.

Sementara itu, gelombang lebih tinggi pada kisaran 2,5-4 meter berpeluang terjadi di Samudra Pasifik utara Maluku, Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Papua.

Menurut Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo di Jakarta, Rabu, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari timur laut hingga timur dengan kecepatan 5-20 knot. Sedangkan, di wilayah selatan bertiup dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 3-16 knot.  

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Jawa bagian timur dan Samudra Pasifik utara Maluku, yang berkontribusi terhadap peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan," kata Eko,, Rabu, 11 Februari 2026.

BMKG mengingatkan potensi gelombang tinggi tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi perahu nelayan apabila kecepatan angin melebihi 15 knot dan gelombang di atas 1,25 meter, kapal tongkang dengan angin lebih dari 16 knot dan gelombang di atas 1,5 meter, serta kapal ferry jika angin melebihi 21 knot dan gelombang di atas 2,5 meter."Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir diminta tetap waspada dan memantau informasi cuaca maritim terkini dari BMKG," kata Eko Prasetyo. (*)

10 Feb 2026

Penulis : Folber Siallagan

Pemerintah Siapkan Diskon Tarif Mudik Lebaran Naik Kapal

Libur Lebaran sudah di depan mata. Selain jalur darat, jalur transportasi mudik dengan moda kapal laut juga diprediksi akan sangat padat. Pemerintah berencana memberikan diskon tarif transportasi kapal laut, termasuk juga transportasi darat dan udara sepanjang masa libur Lebaran. Seperti apa? Berikut penjelasannya. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, tahun ini pemerintah menggelontorkan anggaran untuk diskon transportasi sebesar Rp 911,16 miliar yang berasal dari APBN maupun non-APBN. 

Untuk diskon angkutan laut oleh PT Pelni akan mulai berlaku pada 11 Maret hingga 5 April 2026 dengan diskon tarif 30 persen, mulai dari tarif dasar dengan target 445.000 penumpang.
Untuk angkutan penyeberangan oleh PT ASDP Indonesia Ferry, yang mulai berlaku sejak 12 hingga 31 Maret 2026 dengan tarif diskon 100 persen dari jasa ke Pelabuhan. Targetnya adalah kepada 945.000 unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang.

Adapun khusus diskon di PT Kereta Api  Indoensia diberlakukan untuk perjalanan periode tanggal 14 hingga 29 Maret 2026, dengan diskon tarif sebesar 30%, dengan target 1,2 juta penumpang.

Terakhir, angkutan udara berlaku mulai 14 hingga 29 Maret 2026, dengan tarif diskon sebesar 17 hingga 18 persen untuk kelas ekonomi, dan perjalanan target dalam negeri sebanyak 3,3 juta penumpang.

“Kemudian pada waktu untuk mengoptimalkan mobilitas masyarakat dan memudahkan masyarakat merencanakan perjalanan selama libur hari besar keagamaan Idul Fitri diberikan fleksibilitas dalam penetapan hari kerja khusus untuk ASN dan juga untuk pekerja swasta,” tutur Airlangga (10/2/2026).

Pemberian diskon tarif transportasi ini, tamban Airlangg, untuk mendorong daya beli masyarakat agar bisa berlibur, yang pada muaranya akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Terbukti saat adanya pemberian diskon tarif transportasi saat periode Natal dan Tahun Baru yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 mencapai 5,39%.

Selain itu, berkaca pada tahun lalu, peningkatan mobilitas pada periode Lebaran dan Idul Fitri 2025 itu mencapai 154,62 juta orang dan Libur Nataru 110,43 juta orang.

Agar proses mudik dan arus balik Lebaran lancar, pemerintah sudah menyiapkan surat keputusan bersama untuk pengaturan angkutan selama Lebaran 2-26. (*)