Berita

8 Des 2022

Penulis : Folber Siallagan

Hobi Diving? Berikut Daftar Destinasi Paling Fantastis di Indonesia

Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang memiliki alam bawah laut terindah. Belum lagi kekayaan fauna yang paling beragam. Tidak sedikit  wisatawan mancanegara datang ke Indonesia untuk menikmati keindahan bawah lautnya. Itu sebabnya sebuah majalah Dive Magazine menobatkan Indonesia sebagai destinasi diving terbaik di dunia. 

Ada sejumlah destinasi diving terbaik di Indonesia yang layak untuk diketahui. Destinasi fantastis tersebut tersebar di penjuru Indonesia dengan keaslian alam bawah laut yang masih terjaga. Berikut daftarnya:


1. Raja Ampat
Lokasi diving terbaik di Indonesia yang paling eksklisif dan terkenal seantero jagat adalah Raja Ampat. Wilayah ini berbentuk kepulauan yang terletak di bagian paling barat Papua. Raja Ampat memang terkenal sebagai lokasi yang menawarkan wisata keindahan alam laut yang menakjubkan. 
Raja Ampat bahkan disebut sebagai kepingan surga di timur Indonesia. Di Raja Ampat, terdapat lima spot diving terbaik, yaitu Cross Wreck, Selat Dampier, Blue Magic, dan lainnya. 


2. Wakatobi
Selanjutnya adalah Wakatobi yang tekenal memiliki keindahan perairan yang mempesona. Keunggulan dari Perairan Wakatobi karena masih alami dan jernih sehingga sangat memanjakan para penyelam. 
 Bahkan Wakatobi disebut sebagai surganya para penyelam untuk snorkeling. Ada empat pulau yang bisa anda kunjungi disini, yaitu Tomia, Kaledupa, Wangi-wangi, dan Binongko.
Terdapat lebih dari 40 spot diving di Wakatobi. Spot yang populer, yakni Cornucopia, Coral Garden, House Reef, dan Rome. Penyelam dapat menikmati beragam biota laut, mulai dari terumbu karang dan spesies ikan. 


3. Derawan
Destinasi selanjutnya yang tak kalah mencengangkan adalah Kepulauan Derawan. Kepulauan ini berada di lokasi terpencil di Kalimantan Utara. Butuh perjalanan darat sekitar 4 jam dari bandara Berau, Kalimantan Utara. Selanjutnya dilanjutkan dengan perjalanan kapal cepat sekitar 1-2 jam ke kepulauannya.
Ada beberapa spot diving terbaik di Kepulauan Derawan, yaitu Maratua, Nabucco, Bakungan, dan Nunukan. Di perairan ini, penyelam dapat menikmati berbagai hewan laut berukuran besar dan kecil. Terdapat 872 spesies ikan dan 507 jenis terumbu karang di perairan Derawan. Salah satu keunggulan lainnya adalah tak jarang penyelam bisa menjumpai pari manta raksasa serta penyu berukuran super besar. 


4. Kepulauan Alor
Lokasi diving terbaik lainnya masih dari Indonesia bagian timur, yaitu Kepulauan Alor. Kepulauan Alor terletak di sebelah timur Flores, Nusa Tenggara Timur. Kepulauan ini menawarkan keindahan laut yang mempeson. Terdapat hampir 50 spot diving yang bisa ditemukan di sini. 
Spot diving di Kepulauan Alor tersebar sampai ke Pulau Pantar dengan level kesulitan yang berbeda-beda. Penyelam dapat menikmati perairan yang jernih dan pemandangan beragam biota laut di dalamnya. 


5. Pulau Tulamben
Pulau Tulamben menawarkan wisata diving yang unik berbeda dari spot lainnya. Wisata diving Tulamben berada di Pantai Tulamben, Bali. Lokasi ini menawarkan diving melihat bangkai kapal Liberty US Army Transport. 
Penyelam di spot diving Tulamben dapat menikmati penampakan bangkai kapal bersejarah yang karam pada masa Perang Dunia II. Untuk mencapai spot ini, penyelam harus naik perahu sejauh 25 meter dari pantai. Di sini, penyelam juga dapat menikmati berbagai biota laut, seperti paus hiu, hiu martil, dan ikan mola-mola. 

6. Karimun Jawa
Lokasi diving terbaik Indonesia juga bisa ditemukan di perairan Pulau Jawa, yaitu Karimun Jawa. Tedapat 27 pulau di wilayah Karimun Jawa. Di sini terdapat banyak spot diving dan snorkeling yang bisa dinikmati wisatawan. 
Untuk sampai ke Karimun Jawa, wisatawan harus menyeberang menggunakan kapal dari Pantai di Jepara atau Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Perairan Karimun Jawa menawarkan keindahan alam laut yang masih alami dan beragama biota laut unik di dalamnya. 
Demikianlah rangkuman spot diving terbaik yang sangat layak untuk dijelajahi para pencinta diving. Semoga bisa menambah wawasan pembaca tentang destinasi wisata maritin tanah air. (*)

Berita Lainnya

4 Mar 2024

Penulis : Folber Siallagan

Ditemukan Pegunungan Bawah Laut Tertinggi di Kosta Rika

Ini adalah penemuan bawah laut yang cukup menghebohkan dunia ilmuwan kemaritiman. Sebuah pegunungan dengan empat puncak ditemukan di dasar laut antara Kosta Rika dan Chile. Yang membuat kagum, ketinggian gunung ini sangat menjulang hingga 2.681 meter. 

Penemuan gunung yang pertama kali ini sebenarnya terjadi tanpa disengaja. Saat itu, para ilmuwan sedang melakukan perjalanan dari Golfito, Kosta Rika menuju Valparaiso di Chili dengan kapal penelitian, Schmidt Ocean Institute, Sabtu (2/3/2024). Sebenarnya tujuan awal perjalanan mereka adalah merencanakan kursus untuk memeriksa anomali gravitasi selama transit dari Kosta Rika ke Chili.
Namun, saat itu radar kapal menunjukkan grafik dasar laut yang aneh. Setelah dicermati lebih detail lagi, ternyata itu menunjukkan ada gunung yang sangat tinggi di dasar laut. Ada empat gunung sekaligus dengan ketinggian mulai dari 1700an meter hingga 2.681 meter. 
Teknisi kelautan dan ahli hidrografi terlatih dari Schmidt Ocean Institute menegaskan bahwa pegunungan tersebut sebelumnya belum pernah diketahui dan tidak ada yang mencatat keberadaannya. 
"Kami cukup beruntung bisa merencanakan rute pemetaan oportunistik menggunakan anomali gravitasi dalam data altimetri satelit. Meneliti anomali gravitasi adalah cara yang bagus untuk mengatakan bahwa kami mencari gundukan di peta, dan ketika kami melakukannya, kami menemukan gunung laut yang sangat besar ini sambil tetap mengikuti jadwal ekspedisi sains pertama kami di Chili pada awal tahun ini," kata John Fulmer, salah satu peneliti di kapal itu. 
Para ilmuwan dari Schmidt Ocean Institute telah menggunakan kapal penelitian Falkor telah memetakan sekitar 1,5 juta kilometer persegi dan menemukan 29 gunung, bukit, dan parit bawah laut.Dengan temuan ini menambah temuan kru yang sama terhadap gunung setinggi 1.600 meter di lepas pantai Guatemela pada November lalu. (*)

3 Mar 2024

Penulis : Folber Siallagan

Kecelakaan di Laut Sukabumi Meningkat, Aparat Waspada

Cuaca yang kurang bersahabat ditambah dengan kecerobohan wisatawan yang tidak mengindahkan imbauan petugas membuat kecelakaan  di Pantai Selatan Sukabumi masih terjadi. Untuk itu, aparat Satpolairud Polres Sukabumi meningkatkan pengawasan dan keamanan di sejumlah pantai wisata di Sukabumi.

"Supaya kasus kecelakaan yang menimpa wisatawan bisa kita cegah," kata Kasatpolairud Polres Sukabumi AKP Tenda Sukendar.
Dikatakan AKP Tenda Sukendar, pihaknya meningkatkan pengawasan terhadap wisatawan yang beraktivitas di objek wisata pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat untuk mencegah terjadinya kembali kasus kecelakaan laut.
"Sebelumnya pernah terjadi kasus kecelakaan laut yang menimpa empat pelajar asal Kabupaten Cianjur, Jabar yang nyaris hilang tenggelam di Pantai Kebonkalapa, Desa/Kecamatan Cisolok pada Minggu (3/3) sekitar pukul 08.30 WIB," kata Tenda Sukendar.
Dilanjutkan Tenda, berbeda dengan libur akhir pekan biasanya, menjelang Bulan Suci Ramadhan 1445 H jumlah wisatawan yang berwisata ke objek wisata pantai selatan Kabupaten Sukabumi meningkat.
Dari pantauan, libur akhir pekan atau H-8 Ramadhan seluruh objek wisata pantai mulai Pantai Palabuhanratu di Kecamatan Palabuhanratu hingga Cibangban, Kecamatan Cisolok dipadati oleh wisatawan.
Mayoritas wisatawan yang datang berasal dari sekitar Kota Sukabumi seperti Kabupaten Cianjur, Bogor dan ada juga yang berasal dari wilayah DKI Jakarta, Tangerang, dan Banten.
Sehingga, aparat Polairud berkoordinasi dengan berbagai lembaga dan komunitas potensi SAR seperti Basarnas, Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista), Forum Komunikasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi serta lainnya untuk memperketat pengawasan.
"Diprediksi kunjungan wisatawan akan kembali melonjak pada pekan depan atau pada Sabtu (9/3) dan Minggu (10/3). Untuk itu, kami berupaya untuk menimalisasikan terjadinya kecelakaan laut," katanya.
Diketahui, kasus kecelakaan laut yang terjadi pada Minggu pagi (3/3/3024) disebabkan korban yang rata-rata masih berusia 14 tahun tidak mengindahkan imbauan dari petugas penjaga pantai.
Berulang kali, diperingatkan agar tidak berenang tetapi masih saja ada yang nekat, bahkan berenang di lokasi jauh dari bibir pantai seperti di Pantai Kebon Kalapa Karanghawu, Desa/Kecamatan Cisolok. Akhirnya mereka tergulung ombak dan nyaris hilang sebelum diselamatkan petugas.

Sebelumnya juga beberapa kali terbit jadi kecelakaan laut yang umumnya disebabkan kenekatan wisatawan melanggar imbauan petugas agar tidak berenang ke tengah. (*)

1 Mar 2024

Penulis : Folber Siallagan

Pemerintah RI Diminta Kuasai Teknologi Pengolahan Air Laut

Indonesia adalah negara kepulauan dengan 2/3 dari luas wilayahnya  berupa lautan. Tentu laut harus bisa menjadi salah satu andalan perekonomian masyarakat dan pemerintah Indonesia. Termasuk di antaranya penyediaan kebutuhan air bersih yang berasal dari laut yang melimpah.

Menurut akil Ketua DPR RI Rachmat Gobel, pemerintah Indonesia harus mempunyai teknologi pengelolaan air laut menjadi air minum dan air bersih.
"Sudah saatnya Indonesia menguasai teknologi itu, karena sebagai negara kepulauan sangat membutuhkan-nya apalagi wilayah kita sebagian besar laut, l" kata Gobel.
Alasan dibutuhkan-nya teknologi pengolahan air laut menjadi air tawar bersih karena Indonesia adalah negara kepulauan yang dikelilingi banyak laut sehingga Indonesia memiliki kemudahan untuk mengelola-nya.
"Indonesia menghadapi penanganan stunting dan kemiskinan, yang membutuhkan solusi cepat dan mudah. Salah satunya adalah penyediaan air bersih di kampung-kampung," ujarnya.
Saat ini Rahmat Gobel sedang mengunjungi industri pengolahan air laut untuk menjadi air minum di Turki dan Hungaria.
Menurut dia, teknologi pengolahan air itu lebih murah daripada dengan mengambil air dari dalam tanah maupun dari mata air. Hal yang lebih penting lagi, kata dia, teknologi itu ramah lingkungan. Dengan mengambil air laut maka air tanah menjadi tidak terganggu.
"Air tanah dibutuhkan untuk penghijauan dan keseimbangan alam," ujarnya.
Dia mencontohkan, sejumlah tempat seperti di Jakarta, penggunaan air tanah berlebihan membuat permukaan tanah terus turun dan air laut mengalami intrusi ke daratan. Bahkan, sejumlah daerah di Indonesia, penggunaan air dari mata air, menjadikan penduduk sekitar kehilangan sumber air untuk irigasi maupun keperluan sehari-hari.
"Teknologi ini menggunakan energi matahari sebagai sumber energi-nya. Jadi banyak sekali keuntungannya," ungkapnya. (*)

29 Feb 2024

Penulis : Folber Siallagan

Jangan Mendekat, Ini Hewan Laut Paling Berbahaya

Jumlah spesies mahluk hidup yang ada di lautan ada sekitar 950 ribu jenis, termasuk ikan. Namun, ternyata ada beberapa jenis ikan yang berbahaya jika manusia berdekatan dengannya. Spesies ikan paling berbahaya ini bisa membunuh manusia dengan beragam cara. Mulai dari gigitan, sengatan hingga racun.

Berikut adalah enam jenis ikan di laut yang paling berbahaya bahkan bisa menyebabkan  kematian bagi manusia.

1. Stonefish/Ikan Batu
Yang berbahaya dan mematikan  dari ikan ini adalah racun pada duri tajam di punggungnya. Jika masuk ke pembuluh darah manusia melalui durinya yang tajam, racun stonefish bisa dengan cepat menyebabkan kelumpuhan dan kematian kurang dari satu jam.  
Stonefish emiliki panjang badan sekitar 35,56-50,8 sentimeter. Stonefish juga memiliki kulit berkerak yang tajam menyerupai silet. Mereka biasa hidup dengan berkamuflase di dasar laut. Namun, stonefish menggunakan racunnya bukan untuk menyerang lawan tetapi untuk pertahanan jika ada yang menyerang atau menganggunya.
Stonefish dapat ditemukan di wilayah perairan tropis. Termasuk Samudra Hindia, Pasifik, Laut Merah, dan Great Barrier Reef.

2. Lionfish
Jika dilihat kasat mata, penampilan Lionfish ini sangat cantik. Selain berwarna cerah, ikan ini memiliki bulu yang panjang yang bentuknya indah. Namun, di antara juntaian bulu indah itu terdapat sirip tajam yang mengandung racun berbahaya. Racun ini dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa, muntah, dan kesulitan bernapas. Jika tidak segera ditangani oleh medis bisa menyebabkan kematian.

3. Hiu Whitetips Samudera
Hiu whitetips samudera dikenal memiliki reputasi paling banyak membunuh manusia. Serangan whitetips samudera yang paling terkenal adalah saat mereka menyerang korban selamat dari kapal angkatan laut As selama Perang Dunia II. Saat itu, USS Indianappolis tenggelam pada 30 Juli 1945 oleh kapal selam Jepang. Sekitar 890 awak kapal terdampar di air selama empat hari sambil menunggu penyelamatan.
Namun hanya 316 orang yang selamat. Menurut laporan korban selamat, sekitar 150 orang terbunuh oleh hiu whitetips.

4. Hiu Putih Besar
Hiu putih besar ini paling gemar menyerang mahluk lain, termasuk manusia. terkenal akan serangannya yang tidak beralasan. Mengutip My Animals, mereka memiliki sekitar 300 gigi dengan kekuatan gigitan mencapai 18.000 newton. Panjang rata-rata hiu putih bisa mencapai 4,5 meter. Mereka dapat mencium bau darah dari jarak seperempat mil. Hiu putih besar dapat ditemukan di perairan pesisir samudera besar. Mereka secara teratur memangsa ikan, paus, dan anjing laut.

5. Ikan Buntal
Setidaknya terdapat 120 spesies ikan buntal yang ada di laut. Ukurannya bervariasi antara 3 hingga 60 cm. Umumnya, racun ikan buntal ditemukan di  hati, indung telur dan usus. Racun tersebut mengandung tetrodotoxin, racun kuat yang 1.200 kali lebih mematikan daripada sianida.
Ikan buntal dapat ditemukan di sebagian besar perairan tropis dan subtropis. Saat merasa terancam, mereka akan mengembang dan memamerkan duri-duri di badannya.
Namun demikian, di Jepang ikan ini biasa dihidangkan di restoran-restoran mahal. Banyak warga Jepang menggemari makan ikan buntal. Saking bahayanya racun ikan, dibutuhkan koki/chef dengan sertifikasi khusus untuk mengolah ikan sehingga aman untuk dimakan. Tidak semua koki/chef bisa mengolah ikan buntal sehingga aman dikonsumsi.

6. Pari Manta
Ikan Pari Manta dikenal dengan sirip dada yang besar dan panjang. Pari manta memiliki ekor pendek seperti cambuk. Pada beberapa spesies, punya duri penyengat. Steve Irwin, salah satu pembawa acara asal Australia, meninggal saat pari Manta menusuk dada dan jantungnya.
Pari manta terkecil, spesies Mobula diabolis dari Australia, tumbuh tidak lebih dari 60 cm (2 kaki), tetapi Manta Atlantik, atau pari setan raksasa (Manta birostris), dapat tumbuh hingga lebarnya lebih dari 7 meter (23 kaki). (*)