Berita

18 Sep 2022

Penulis : Hasuna Daylailatu

11 Pekerjaan di Kapal Pesiar yang Wajib Bersertifikat

Mengapa bekerja di kapal pesiar digaji tinggi? Penyebabnya bukan hanya jam kerja yang lama dan beratnya pekerjaan yang dilakukan, melainkan juga dibutuhkan pengalaman dan keahlian atau skill khusus. Keahlian ini bukan hanya didapat lewat pengalaman bertahun-tahun bekerja di bidang yang sama, melainkan juga sertifikasi kompetensi yang diperoleh di bidang tersebut.

Berikut ini merupakan pekerjaan-pekerjaan di kapal pesiar yang membutuhkan sertifikat pendidikan.

1.     Kapten dan Petugas Keselamatan

Seorang kapten kapal pesiar biasanya lulusan dari Sekolah Pelatihan Maritim yang terakreditasi dan memiliki Sertifikat Kompetensi Nasional.

2.     Chief Engineer

Selain mendapatkan sertifikat kompetensi nasional, jabatan ini juga mengharuskan orang yang mendudukinya memiliki gelar magister atau gelar dari politeknik operasi kapal teknis.

3.     Teknisi Hiburan

Mengingat banyaknya cakupan bidang yang harus dilakukan dalam rangka menghibur penumpang kapal, pekerjaan yang satu ini membutuhkan pendidikan teknis sekaligus praktis yang luas.

4.     Manajer F&B

Minimal pendidikan yang harus ditempuh untuk pekerjaan ini adalah SMA atau sederajat. Namun, perusahaan akan lebih menyukai bila pemegang jabatan ini merupakan lulusan manajemen perhotelan dan administrasi bisnis.

5.     Manajer Salon Kecantikan

Untuk menduduki jabatan ini, karyawan haruslah memiliki sertifikat pelatihan manajerial salon kecantikan, disertai dengan pengalaman yang relevan di pekerjaan sebelumnya.

6.     Koki

Dibutuhkan gelar dari sekolah kuliner atau sertifikat yang disahkan. Tentu saja, pengalaman selama 5-6 tahun di manajerial progresif kapal pesiar atau di hotel bintang 4-5 juga diperlukan.

7.     Guest Service Manager

Sarjana lulusan manajemen perhotelan, administrasi bisnis, atau bidang terkait dari perguruan tinggi atau universitas terakreditasi merupakan orang-orang yang bisa menduduki jabatan ini.

8.     Manajer HRD

Lagi-lagi, gelar sarjana diperlukan untuk menduduki jabatan ini. Yaitu sarjana dalam bidang sumber daya manusia, administrasi bisnis, dan psikologi. Tentu saja gelar tersebut harus diperoleh dari lembaga pendidikan yang diakui.

9.     Training and Development Manager

Dibutuhkan gelar sarjana atau lulusan dari perguruan tinggi terkenal yang berkelas internasional.

10.  Kru atau Staf Administrasi

Untuk menjadi karyawan di bagian ini, yang bersangkutan cukup lulusan SMA atau lembaga pendidikan terkenal. Gelar sarjana akan menjadi nilai tambah yang menyenangkan.

11.  Financial Controller and Crew Payroll Manager

Dalam bahasa Indonesia, jabatan ini disebut sebagai manajer pengontrol keuangan dan penggajian kru. Jabatan ini membutuhkan gelar dari manajemen perhotelan, akuntansi,dan gelar dari sekolah keuangan lainnya.

 

Sumber: cruiseups.com

Berita Lainnya

29 Sep 2022

Penulis : Hasuna Daylailatu

Apa Itu Kontainer Intermodal?

Pengiriman kontainer pada umumnya membutuhkan lebih dari satu transportasi lain untuk bisa sampai ke tempat tujuan, antara lain jaringan transportasi kereta, jalan, dan air. Inilah yang disebut sebagai kontainer intermodal atau kontainer antar moda.

Dalam bidang maritim, sistem operasi transportasi kargo sangat diuntungkan dengan cara ini, lantaran pergerakan kargo menjadi lebih mudah dari satu lokasi ke lokasi lain.

Ada beberapa keuntungan yang didapat dengan menggunakan kontainer antar moda, yang membuat cara ini lebih sering dimanfaatkan banyak perusahaan. Asal tahu saja, hampir 90% dari operasi pengiriman kargo lewat laut dilakukan melalui kontainer antar moda.

Pertama, pengiriman kargo berlangsung relatif lebih cepat. Kedua, pengemasan ulang dan pembongkaran kargo yang tidak perlu bisa dihindari, sehingga biaya operasionalnya menjadi lebih rendah.

Namun, pengoperasian kontainer antar moda membutuhkan karakteristik tersendiri. Pedoman ketat dengan standar operasional yang sangat tinggi akan hal ini telah ditetapkan oleh Organisasi Maritim Internasional (IMO) dan beberapa otoritas kelautan terkemuka lain.

Salah satu hal yang diatur dalam pedoman tersebut adalah ukuran kontainer antar moda yang umum. Ukuran tersebut yaitu lebar 8 kaki x tinggi 8 kaki, dengan panjang 20 kaki atau 40 kaki.

Ada pula kontainer kargo yang dibuat dengan ukuran tertentu, yaitu lebar 9 kaki x tinggi 10 kaki, dengan panjang maksimal 53 kaki.

Sedangkan kapasitas pembawa beban dari kontainer antar moda diukur dalam satuan Twenty-foot Equivalent Units (TEU). Saat ini, di seluruh dunia ada 250 juta TEU yang dikirim melalui armada pengiriman laut secara internasional.

Salah satu hal yang wajib ada dalam pengiriman peti kemas sebagai standarisasi adalah kelengkapan sertifikasi ISO. Jadi, setiap peti kemas antar moda akan memiliki sertifikasi ISO dan rincian kode dari perusahaan pelayaran yang memilikinya.

Barang apa saja yang bisa diangkut dengan kontainer antar moda? Beragam barang dan komoditas bisa menggunakan cara ini, termasuk komoditas yang membutuhkan sistem pendingin. Struktur peti kemasnya sendiri cukup sederhana dan hanya memiliki palka kargo.    

 

Sumber: marineinsight.com

28 Sep 2022

Penulis : Hasuna Daylailatu

Mengenal Metode Penahan Kapal

Menahan kapal agar tetap berada di tempat saat berlabuh terdiri dari dua metode yang umum digunakan, yaitu Let Go atau lepaskan, dan Walk Back Under Power atau Berjalan Kembali.

 

Let Go

Dalam metode ini, jangkar dibiarkan tergelincir sendiri atau dilepaskan dengan kabel di bawah beratnya dari pipa hawse. Agar prosesnya berjalan lancar, daya penahan rem kerek, momentum kapal, dan berat pada kabel harus dikendalikan oleh kapal.

Sehingga, bisa dipastikan jangkar akan masuk dan kabel kemudian diletakkan memanjang ke belakang.

Untuk bisa melakukan Let Go, kecepatan kapal diarahkan ke titik nol saat mendekati posisi berlabuh. Pada titik itu pula, jangkar dan kabel dbiarkan habis karena beratnya sendiri. Mesin baru digerakkan sesuai kondisi angin dan arus yang ada, ke belakang atau ke depan, setelah fluke menyentuh bagian bawah atau rantai menyentuh tanah.

Umumnya, metode ini dimanfaatkan oleh beragam ukuran kapal, baik kapal kecil, kapal pesiar, bahkan kapal besar bertonase hingga 1.000.000 GT.

 

Berjalan Kembali

Metode ini pada dasarnya memiliki prinsip yang sama dengan Let Go, hanya saja kabel dikeluarkan menggunakan mesin kerek dengan kecepatan tetap. Umumnya, kecepatan mesin kerek sekitar 30-35 kaki per menit, yaitu sekitar 0,3 knot di atas tanah.

Dengan metode jangkar berjalan mundur, kecepatan kapal di atas tanah dibawa ke nol secara bertahap dan jangkar diturunkan ke air ketika kapal mendekati posisi berlabuh.

Ketika menyentuh dasarnya, kabel dikeluarkan lebih panjang dan mesin dibawa ke belakang untuk meletakkan kabel dengan baik sehingga jangkar bisa menggali di dasar laut. Dengan cara ini, durasi yang dibutuhkan lebih lama dibanding metode pertama, tapi kontrol kapal atas kabel dan mesin kerek jadi lebih baik.

Metode Berjalan Kembali biasanya digunakan untuk menambatkan kapal besar seperti VLCC atau ULCC, biasanya dengan tonase di atas 1.000.000 GT.

Untuk bisa melakukan metode kedua ini, perhitungan terhadap kondisi pasang surut, angin kencang, atau arus pantai harus dilakukan secara akurat oleh nahkoda, untuk mengakomodir pergerakan kapal saat kabel dikeluarkan.

Metode ini juga digunakan untuk mencegah penumpukan atau terjadinya puntiran kabel, sehingga jangkar dipastikan bisa menahan dan tidak menyeret. Nah, agar proses berjalan lancer, kecepatan kapal di atas permukaan tanah harus dikontrol dengan baik supaya tidak terjadi beban berlebih pada masin kerek.

 

Sumber: marineinsight.com

27 Sep 2022

Penulis : Hasuna Daylailatu

Misteri Segitiga Bermuda, Ilmiah Atau Alien?

Sudah diketahui banyak orang bahwa Segitiga Bermuda memiliki banyak cerita misterius yang hingga kini tidak terpecahkan. Di wilayah seluas 440.000 mil laut tersebut, banyak kapal dan pesawat yang dilaporkan hilang secara misterius tanpa diketahui sebabnya.

Selama berabad-abad, Segitiga Bermuda yang merupakan rute pelayaran yang cukup sibuk karena dilewati kapal setiap hari untuk menuju Amerika, Eropa, dan Karibia. Dan selama itu pula peristiwa misterius ini telah berlangsung.  

Wilayah yang dijuluki sebagai Segitiga Setan ini juga menjadi tempat hilangnya ribuan orang selama beberapa dekade terakhir. Maka, lengkap sudah sebutan Segitiga Bermuda sebagai tempat paling misterius di muka bumi.

Istilah Segitiga Bermuda sendiri digunakan pertama kali dalam artikel yang dimuat di majalah Argosy yang ditulis oleh Vincent Gaddis pada 1964.

Kisah misteriusnya dimulai saat Christopher Columbus mengaku melihat nyala api menabrak laut di sana, ketika pelayaran pertamanya ke Dunia Baru. Namun, baru pada abad ke-20 mata publik dunia mulai memerhatikan insiden-insiden misterius yang terjadi di sana.

Tepatnya, setelah hilangnya kapal kargo milik angkatan laut Amerika, USS Cyclops yang mengangkut lebih dari 300 orang.

Banyaknya kecelakaan yang terjadi di Segitiga Bermuda memunculkan beragam spekulasi. Beragam penjelasan juga dikemukakan banyak orang, mulai dari penjelasan ilmiah sampai kepercayaan atas adanya alien yang menghuni wilayah tersebut.

Yang terkenal adalah teori interferensi elektromagnetik yang menyebabkan munculnya masalah pada kompas. Menurut teori ini, tarikan yang sangat kuat dari magnet alami bumi membuat kompas dan peralatan canggih lainnya beralih arah.

Namun, hingga saat ini belum ada satu pun teori yang bisa secara konkret menjelaskan tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di Segitiga Bermuda.

Itu sebabnya, tak sedikit pula yang tak percaya adanya keanehan di sana karena menganggap kecelakaan yang dilaporkan tergolong fiktif dan tidak akurat. Yang jelas, kecelakaan terus terjadi setiap tahun.

Tahun lalu, insiden yang terjadi adalah pesawat kecil bermesin ganda yang berisi empat orang mendadak hilang dari radar. Saat itu, pesawat tersebut terbang dari Puerto Rico menuju Florida. Yang terjadi kemudian adalah ditemukannya puing-puing pesawat tersebut, tanpa diketahui apa yang sebenarnya terjadi.

Sumber: marineinsight.com  

26 Sep 2022

Penulis : Hasuna Daylailatu

10 Hal Penyulut Api di Kapal Tanker, Ponsel Juga Termasuk

10 Hal Penyulut Api di Kapal Tanker, Ponsel Juga Termasuk

Ada banyak kapal tanker yang berlayar di seluruh penjuru dunia, tapi mayoritas adalah kapal tanker minyak. Memang tidak semua barang kargo yang dibawa kapal tanker merupakan jenis kargo yang berbahaya.

Namun, tetap saja semuanya memiliki risiko, dan ini berkaitan erat dengan pekerjaan yang dilakukan para pelaut kapal tanker. Itu sebabnya, mereka harus tahu dan waspada terhadap risiko tersebut, sehingga bisa meminimalisir kecelakaan atau hal yang tak diinginkan lainnya. Berikut ini adalah hal-hal yang berbahaya yang ada di kapal tanker yang mudah menyulut api.

1.     Merokok

Larangan untuk merokok di area tertentu atau bahkan di seluruh area kapal (tergantung kebijakan masing-masing perusahaan), wajib ditaati. Menyalakan rokok, korek api, dan pemantik api di dek merupakan kesalahan sangat fatal yang bisa menyebabkan kebakaran, seperti yang terjadi pada beberapa insiden di masa lalu.

2.     Kargo

Beberapa jenis gas yang dapat membentuk campuran mudah terbakar, dilepaskan oleh kargo yang diangkut kapal tanker, yang memang memiliki sifat mudah terbakar.

3.     Obor

Meski pada umumnya pelaut membawa obor sendiri ketika bergabung dengan kapal baru, hal ini tidak berlaku bahkan menjadi larangan di kapal tanker. Sebagai gantinya, hanya senter yang boleh digunakan setiap saat.

4.     Ponsel

Kamera, ponsel, dan gadget sejenis yang dibawa ke dek terbuka adalah pemicu percikan api dan gas yang mudah terbakar.

5.     Muatan listrik statis di dalam tangki

Meski tidak terlalu berbahaya karena umumnya listrik dibumikan ke lambung kapal, benda logam yang dibawa ke dalam tangki bisa menimbulkan percikan api. Ini bisa terjadi bila muatan tetap ada di dalam tangki.

6.     Uap

Tetesan air berkecepatan tinggi dari semburan uap bisa mengandung muatan ketika melewati nosel dan bisa menghasilkan kabut bermuatan. Itu sebabnya, uap tidak boleh disuntikkan ke dalam kompartemen atau sistem perpipaan yang berisi campuran mudah terbakar.

7.     Alat listrik

Kapal tanker minyak benar-benar menerapkan disiplin tinggi dalam penggunaan alat demi keselamatan. Salah satunya, hanya boleh menggunakan peralatan listrik yang aman secara intrinsik.

8.     Perkakas tangan

Ternyata, bila jatuh atau bersentuhan dengan perkakas lain, permukaan dek, atau permukaan logam lain, perkakas logam sangat mudah menimbulkan percikan. Itu sebabnya, penggunaannya hanya diperbolehkan di area aman. Tentu saja setelah mendapat izin dari petugas kapal.

9.     Petir

Petir juga mudah menimbulkan percikan api. Itu sebabnya, operasi kargo tidak boleh dilanjutkan bila ada badai listrik di sekitar kapal.

10.  Angin

Kecepatan angin yang sangat rendah atau bahkan nihil akan membuat uap yang dilepaskan atau dibersihkan hanya bertahan di dek, bukannya menyebar. Hal ini sangat mudah menimbulkan kebakaran.

 

Sumber:  marineinsight.com