Depan | Buku Tamu | Tentang Kami | Info Iklan | Berita | Kamus Perkapalan | Hubungi Kami |
ZONA ANGGOTA
 
Login Zona Anggota !
Daftar Zona Anggota !
 
10 Anggota Terbaru
Amaluddin Latief
  PRIBADI
Jarod Gs Battery
  GS BATTERY
Tester1337
  S
Dindaaaa
  CUSTOM
Demo Registrasi
  PT SEJAHTERA RAYA INDONESIA
Dinda
  MUEZZA
Nadir (user Test)
  NDRLANDAPPS.SITE
Amaluddin Latief
 
Sandra Lehmann
  MEGA LANGGENG UTAMA
Fiona Yap
  MV VOYAGER
Mari bergabung dengan 3608 anggota lainnya.
 
 
KATEGORI IKLAN
 
Untitled Document
Bulk Carrier Ship
Cargo Offer
Container Ship
Crews Market
Engine and Spareparts
General Cargo Ship
Jet Ski
Kanoe and Kayak
Navigation Systems
Speed Boat
Tanker
Tug Boat and Barge
Wanted
Wood Ship
Yacht and Fishing Boat
 
     
INFORMASI STATISTIK
 
Pengunjung situs ini :
 
BUKU TAMU
 
Fivil Ocwantianus
  thank you for all information..
Wicaksono
  terima kasih di ijin kan untuk bergabung, semoga akan banyak memberikan manfaat terutama bertambahnya pertemanan . salam. sukses selalu untuk semuanya...
Fivil Ocwantianus
  we are the tugbarge agency, provide tugboat & barge ship charter, 230 - 300 feet, time charter/freight charter, commercial contact : wa/sms : 6281317018890, thetugbargeagency@yahoo.com...
  lihat komentar lain..
 
 


Setting Terbaik
I.E v6.x dan Firefox v1.5
1024 x 800

 
 
05 Nop 2021
  Indonesia Unjuk Kebolehan Di Bidang Digitalisasi Pelabuhan
04 Nop 2021
  Teknologi Marine Autonomous Surface Ships Menjadi Tantangan Baru Para Pelaut
19 Okt 2021
  Penggunaan Bahan Bakar Hidrogen Akan Mengurangi Emisi Karbon Pelayaran Global
14 Okt 2021
  Pandemi Covid-19 Meningkatkan Akselerasi Digitalisasi Dunia Pelayaran Global
30 Sep 2021
  Persiapan Implementasi National Logistics Ecosystem (NLE) Di Pelabuhan Belawan
20 Sep 2021
  Pelindo 3 Dapat Suntikan Rp. 1,2 T Untuk Pengembangan Pelabuhan Benoa
13 Sep 2021
  Pertamina International Shipping Kerja Sama Dengan Trafigura Untuk Pengiriman Komoditas
08 Sep 2021
  IPC Terminal Peti Kemas Layani Rute Pelayaran Ke Singapura
02 Sep 2021
  BUMN Pelabuhan Resmi Dimerger Pada 1 Oktober 2021
23 Agu 2021
  Pertamina International Shipping Kerja Sama Sewa Kapal Dengan Petronas
 
   
BERITA
04 Nop 2021
TEKNOLOGI MARINE AUTONOMOUS SURFACE SHIPS MENJADI TANTANGAN BARU PARA PELAUT  

Masa depan industri maritim memasuki babak baru dengan berkembangnya MASS atau Marine Autonomous Surface Ships. Teknologi ini memperkenalkan kapal laut modern yang dapat beroperasi tanpa awak. Kendati telah ramai diperbincangkan, Marcellus Hakeng Jayawibawa, seorang pengamat kelautan Indonesia sempat menyatakan kekhawatirannya terhadap teknologi terbaru ini. Menurut Marcellus, MASS dapat berdampak pada pengurangan jumlah tenaga kerja pada sektor maritim di Indonesia. Hal ini tentu saja akan menghadirkan tantangan baru sekaligus ancaman bagi para pelaut.“Tujuan akhir teknologi MASS adalah menghilangkan keterlibatan pelaut dan menggantikan peranan mereka dengan Artificial Intelligence. Marcellus menyatakan pendapatnya dalam sebuah talkshow terkait MASS yang dilaksanakan pada hari Rabu (27/10/2021) lalu.Sebagai Kabid Hukum dari DPP Corps Akademi Ilmu Pelayaran, Marcellus menegaskan bahwa Indonesia perlu menilik peta kekuatan banyak negara yang tergabung di IMO (International Maritime Organization).Hal yang perlu diperhatikan adalah kondisi Dewan Imo yang saat ini terbagi menjadi 3 kategori. Kategori A merupakan negara-negara yang punya peranan penting di industri perkapalan. Selanjutnya, kategori B meliputi semua negara yang berperan dalam SeaBorne Trade. Sedangkan, Indonesia sendiri menempati kategori C karena letaknya yang strategis."Raksasa perkapalan, kita ketahui berada pada kategori A. Oleh karena itu, kita nantinya dapat melihat, negara mana saja yang akan menjadi sponsor MASS,” lanjut Marcellus. Denmark, Finlandia, Estonia, Belanda, Jepang, Norwegia, Inggris, Korsel dan Amerika merupakan bagian dari kategori A, jelasnya. Di sisi lain, Marcellus juga menerangkan bahwa Indonesia harus mengembangkan kebijakan yang jelas mengenai penerapan teknologi MASS. Pasalnya, MASS dapat memberikan ancaman tersendiri bagi pekerja industri perkapalan karena tawaran AI-nya.Regulasi mengenai MASS memerlukan kajian lebih lanjut. Oleh karena itu, dalam kesempatan talkshow yang diselenggarakan oleh Politeknik Pelayaran Sumbar tersebut, Marcellus menghubungkannya dengan UU Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran. Pada Bab 5 Pasal 8 ayat satu telah ditegaskan bahwa Kegiatan angkutan laut harus dilakukan oleh perusahaan maritim nasional dengan mempergunakan kapal berbendera Indonesia dan Awak Kapal yang berstatus sebagai Warga Negara Indonesia.”Undang-undang inilah yang kemudian menjadi landasan Marcellus ketika ia menyatakan bahwa MASS bertentangan dengan kebijakan Indonesia. Tak hanya itu saja, teknologi MASS juga akan mengalami permasalahan dengan Pasal 135 yang menyatakan bahwa kapal wajib dioperasikan oleh awak kapal dengan persyaratan kompetensi serta kualifikasi sesuai ketentuan internasional. Lebih dalam lagi, Marcellus membahas mengenai Pasal 137 Ayat Satu yang menyebutkan bahwa nahkoda kapal bermotor dengan ukuran GT 35 mempunyai wewenang melaksanakan penegakan hukum dan bertanggungjawab terhadap keamanan, ketertiban dan keselamatan awak serta muatan.Tanpa nahkoda, tentu saja tidak ada yang akan menjadi subjek bagi pasal-pasal tersebut. "Bagaimana kewajiban ini dapat terlaksana jika sebuah kapal tidak memiliki nahkoda? Ini saya hanya membahas kontradiksi MASS dengan UU Pelayaran. Padahal ada lebih banyak lagi aturan yang memiliki keterkaitan langsung dengan pengawakan kapal," Marcellus menjelaskan.

Sumber Berita: Tika-Iship